PERAIH LIMA BESAR: Muhammad Isa Raihan siswa kelas XI IPA 1 Tahfiz peraih posisi Lima Besar dalam Olimpiade MIPA Indonesia 2024 di UB.
Kepala: Itu Prestasi Membanggakan Meski Kami Madrasah Berbasis Pesantren
MANJ- Untuk mencapai prestasi berlevel nasoinal, prosesnya cukup panjang dan tidak instan. Mulai seleksi online dari sekolah, penyisihan tingkat kabupaten hingga berlanjut pada event final skala nasional. Proses menapaki seleksi tersebut telah diikuti delegasi siswa MA Nurul Jadid (MANJ) dan berakhir pada raihan lima besar nasional di ajang Olimpiade MIPA Indonesia (OMI) 2024.
Event adu cerdas pada rumpun matapelajaran MIPA tersebut diadakan oleh Bimbingan dan Motivasi Belajar (BMB) Airlangga bekerjasama dengan Universitas Brawijaya (UB) Malang Jawa Timur, Sabtu (17/2/24) lalu. Muhammad Isa Raihan menempati posisi lima besar Fisika dengan nilai 98.
“Alhamdulillah, salah satu siswa kita masuk lima besar tingkat nasional. Meskipun belum bisa mempersembahkan medali, prestasi tersebut cukup membanggakan. Semoga ke depan prestasi MANJ lebih baik lagi,” ucap ustaz Misbahul Munir Kepala MANJ penuh syukur.

[ Para peserta saat mengikuti final OMI 2024 di UB.]
Sejatinya, delegasi MANJ ada 12 siswi dan 3 siswa yang lolos dan mengikuti seleksi tingkat Kabupaten. Dari semua mapel MIPA yang diikuti oleh delegasi MANJ hanya mapel Fisika yang lolos ke tingkat nasional, karena telah meraih peringat 1 dan 3 tingkat Kabupaten/kota saat seleksi yang langsung diawasi oleh panitia dari UB dan BMB Airlangga.
[Saat juara penyisihan Kabupaten, dari kiri Haris Sandi Subiato juara 3 Fisika dan Muhammad Isa Raihan juara 1 Fisika.]
Saat final tingkat kabupaten, Muhammad Isa Raihan meraih Juara 1 Fisika dengan nilai 82 asal kelas unggulan XI IPA Tahfiz 1 dan Haris Sandi Subiyanto juara 3 dengan nilai 38 asal kelas XI IPA Unggulan 1. Keduanya merupakan siswa MANJ dari pemintan unggulan .
Muhammad Isa Raihan meski sebagai siswa MANJ dari peminatan unggulan IPA Tahfiz 1 memang terbilang spesial, pasalnya siswa asal pulau Batam itu meski dituntut untuk menguasai hafalan Alqur’an, dia tetap bisa fokus dengan mapel MIPA di kelasnya. “Al-hamdulillah saat ini saya sudah bisa menghafal Al-Qur’an delapan Juz,” ujarnya.
Pada lima besar nasional tersebut, MANJ menjadi satu-satunya madrasah delegasi Kabupaten Probolinggo untuk tingkat MA/SMA/SMK. “Meski delegasi kami berbasis pesantren, itu menjadi bukti bahwa MANJ mampu bersaing dengan delegasi lain hingga level nasional,” tandas sang kepala madrasah. (hms)