KH. Khalil Tahir (Pengasuh PP Nurul Jadid Sejati Ngawi) menyerahkan cinderamata ke KH. Moh. Zuhri Zaini (Pengasuh PP Nurul Jadid Paiton)
Probolinggo - Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo menerima kunjungan studi komparatif dari PP Nurul Jadid Sejati Ngawi pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula 1 PP Nurul Jadid Paiton tersebut diikuti sekitar 130 peserta, yang terdiri atas pengurus dan santri PP Nurul Jadid Sejati Ngawi.
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman dalam pengembangan pendidikan pesantren. Salah satu fokus utama studi komparatif adalah pengembangan baca kitab kuning, khususnya model pembelajaran keagamaan yang relevan dengan program peminatan keagamaan di MA Nurul Jadid, serta pengembangan kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris melalui program yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA) PP Nurul Jadid.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari KH. Khalil Tahir, selaku pengasuh PP Nurul Jadid Sejati Ngawi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya membangun hubungan dan komunikasi antar lembaga pesantren untuk saling belajar, bertukar pengalaman, serta mengembangkan sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan santri.
Sementara itu, KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh PP Nurul Jadid Paiton, turut memberikan sambutan dan menerima rombongan PP Nurul Jadid Sejati Ngawi. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi forum berbagi praktik pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan hubungan keilmuan dan kekeluargaan di antara kedua lembaga.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan PP Nurul Jadid Sejati Ngawi mendapatkan gambaran mengenai pengembangan peminatan keagamaan di MA Nurul Jadid, terutama pembelajaran yang memberikan ruang lebih luas bagi peserta didik untuk memperdalam ilmu-ilmu keislaman dan kemampuan membaca kitab kuning. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengembangan pendidikan madrasah yang terintegrasi dengan kultur dan tradisi keilmuan pesantren.

Sesi foto pengurus Peminatan Keagamaan dan LPBA PP Nurul Jadid bersama pengurus PP Nurul Jadid Sejati ngawi di ruang rapat.
Selain aspek keagamaan, pengembangan bahasa Arab dan bahasa Inggris juga menjadi perhatian dalam studi komparatif ini. Program bahasa yang dikembangkan melalui LPBA PP Nurul Jadid diharapkan dapat menjadi referensi bagi PP Nurul Jadid Sejati Ngawi dalam mengembangkan kemampuan bahasa asing santri secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Kunjungan ini memiliki makna khusus karena Pengasuh PP Nurul Jadid Sejati Ngawi merupakan alumni PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Karena itu, kegiatan studi komparatif sekaligus menjadi sarana memperkuat ikatan alumni, silaturahmi, dan kesinambungan tradisi keilmuan antara Nurul Jadid Sejati Ngawi dan Nurul Jadid Paiton.
Selain melakukan studi banding, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengambil sanad keilmuan dari Nurul Jadid Paiton sebagai salah satu sumber pengembangan pendidikan pesantren di PP Nurul Jadid Sejati Ngawi. Nilai-nilai keilmuan, tradisi pesantren, serta pengalaman pengelolaan pendidikan yang diperoleh diharapkan dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan santri di Ngawi.
Melalui kegiatan ini, PP Nurul Jadid Paiton tidak hanya menjadi tempat kunjungan, tetapi juga menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pengembangan pendidikan pesantren. Khususnya melalui peminatan keagamaan MA Nurul Jadid dan pengembangan bahasa Arab-Inggris, pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi pengembangan program pendidikan di PP Nurul Jadid Sejati Ngawi.
Studi komparatif ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terjalinnya kerja sama dan komunikasi yang lebih erat antara kedua lembaga, sekaligus memperkuat jaringan pendidikan pesantren berbasis keilmuan, bahasa, dan tradisi keislaman. (AK)