JAGA BUDAYA: Ekskul Baik Tulis yang diikuti siswi IPS ketika sedang praktik mencanting.
MANJ– Organisasi Assosiation of Social Program Student (ASPS) MA Nurul Jadid (MANJ) ikut melestarikan budaya dengan mengadakan ekstrakurikuler (ekskul) batik tulis. Dibimbing oleh pengrajin batik Probolinggo angkatan perdana, Ibu Khairun Nisak.
Giat yang diselenggarakan setiap minggu tersebut sudah berjalan selama tiga tahun, diikuti oleh siswi IPS sebagai peserta dan dilaksanakan pada tiap Selasa, seperti kemarin (31/10).
“Waktu saya belajar sebagai pengrajin batik sudah usai, sekarang sudah waktunya saya berkontribusi, baik dengan memproduksi atau mengenalkan batik pada generasi selanjutnya. Dengan begitu ikut mempertahankan budaya bangsa. Saya membedakan bakat siswi yang suka menggambar dan gemar mewarnai untuk diasah sesuai tingkatan masing-masing,” tutur beliau panjang lebar.
[Ibu Khoirun Nisak saat menunjukkan produk batik tulis karya anak-anak IPS MANJ].
Dalam pemateriannya, Ibu Nisak menjelaskan ciri dari batik tulis dan batik cetak agar siswi bisa membedakannya. Pihak ASPS memfasilitasi alat untuk praktik batik tulis, sehingga selain menerima materi, siswi juga diajak menulis batik sendiri.
Ibu Nisak melanjutkan, selama tiga tahun mengajar tidak ada kendala serius yang dapat menghambat berlangsungnya ekstrakurikuler. Hanya tempat pembelajaran yang harus pindah dikarenakan belum ada lokasi pasti, akan tetapi peserta tetap antusias belajar dan praktek menulis batik.
“Meski belum mahir menggambar batik, setidaknya saya harap siswi dapat membedakan mana yang batik tulis dan batik cetak. Sebab itu merupakan dasar untuk mengenal dan menghargai budaya bangsa, berkata mencintai batik tetapi masih menggunakan batik cetak. Selain itu, membekali siswi sebagai pemuda untuk memiliki pemahaman dasar terkait batik,” tandas wanita asal Pakuniran tersebut. (mrs)